Bagi banyak pelaku usaha, LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) sering dianggap formalitas.
Tidak mendesak.
Tidak terasa dampaknya.
Bahkan banyak yang baru dengar istilah LKPM setelah dapat notifikasi dari OSS.
Masalahnya, di lapangan, LKPM justru menjadi salah satu penyebab paling sering:
Akun OSS diblokir
Perizinan tidak bisa diproses
Aktivitas usaha terganggu
Dan semua itu sering terjadi bukan karena sengaja melanggar, tapi karena tidak paham risikonya.
“Usaha Jalan Terus, Tapi Diminta Laporan Investasi”
Ini kasus yang sangat sering terjadi di masyarakat.
Pelaku usaha sudah punya:
NIB aktif
Izin usaha terbit
Operasional berjalan normal
Lalu muncul pesan:
Anda wajib menyampaikan LKPM.
Banyak yang langsung bingung:
Saya UMKM, kok diminta laporan penanaman modal?
Saya tidak ada investor, lapor apa?
Tidak ada perubahan, tetap harus lapor?
Faktanya, LKPM bukan hanya untuk perusahaan besar.
Kesalahan Fatal: Menganggap LKPM Bisa Ditunda
Di lapangan, LKPM sering ditunda dengan alasan:
Tidak tahu cara isi
Merasa tidak ada kegiatan
Takut salah lapor
Sibuk operasional
Padahal konsekuensinya nyata:
Teguran dari BKPM
Pembatasan layanan OSS
Hambatan pengajuan izin baru
Risiko pemeriksaan lanjutan
Ironisnya, banyak yang baru sadar pentingnya LKPM setelah sistem menolak permohonan izin.
LKPM Bukan Laporan Untung-Rugi
Kesalahpahaman paling umum di masyarakat adalah menyamakan LKPM dengan laporan keuangan.
Padahal LKPM berisi:
Realisasi investasi
Penyerapan tenaga kerja
Perkembangan kegiatan usaha
Kendala yang dihadapi perusahaan
Salah isi atau asal pilih angka bisa menimbulkan pertanyaan lanjutan.
Dan ini sering terjadi pada pelaku usaha yang mengisi LKPM tanpa pendampingan.
Banyak Usaha "Aman" di Pajak, Tapi Bermasalah di OSS
Ini realita yang jarang dibahas.
Ada usaha yang:
Pajaknya rapi
SPT aman
Tidak ada tunggakan
Namun justru bermasalah karena:
LKPM tidak pernah dilaporkan
Lapor tapi tidak sesuai kondisi usaha
Akhirnya, izin terhambat.
Padahal usaha sedang butuh berkembang.
LKPM Itu Rutinitas, Bukan Sekali Selesai
Fakta penting yang sering terlewat:
LKPM dilaporkan per triwulan atau semester, tergantung skala usaha
Tetap wajib lapor meskipun tidak ada perubahan besar
Kesalahan satu periode bisa berpengaruh ke periode berikutnya
Banyak pelaku usaha kelelahan karena harus mengingat jadwal, isi data, dan memastikan konsistensi laporan.
Yang Sebenarnya Dibutuhkan Pelaku Usaha
Mayoritas pelaku usaha tidak mencari teori LKPM.
Yang mereka butuhkan adalah:
Kepastian apakah usahanya wajib LKPM
Laporan yang sesuai kondisi OSS
Akun OSS tetap aman
Tidak ada hambatan perizinan
Karena bagi pelaku usaha, izin yang bermasalah berarti bisnis ikut terhambat.
LKPM Seharusnya Menjaga Usaha Tetap Aman, Bukan Jadi Beban
LKPM dibuat untuk memantau perkembangan investasi.
Namun tanpa pemahaman yang tepat, ia berubah menjadi:
Sumber stres
Ancaman blokir sistem
Penghambat ekspansi usaha
Dan masalah ini terjadi setiap hari di lapangan.
Jangan Tunggu OSS Bermasalah Baru Bergerak
Jika saat ini Anda:
Punya NIB dan izin aktif
Pernah atau belum pernah lapor LKPM
Bingung isi realisasi investasi
Takut salah input di OSS
Itu tanda LKPM perlu ditangani dengan benar.
LKPM yang benar menjaga akun OSS tetap aktif dan usaha bisa terus berkembang.
SAFT Indonesia membantu pelaku usaha:
Analisis kewajiban LKPM
Pengisian dan pelaporan LKPM sesuai OSS
Pendampingan rutin per periode
Meminimalkan risiko teguran dan hambatan izin
Konsultasi dan Laporkan LKPM Usaha Anda ke SAFT Indonesia Sekarang